Seperti biasa sore itu aku menunggu jemputan suamiku dari tempat kerjanya yang jauh disana. Maklum perutku yang semakin besar ini membuat gerak ku kurang leluasa harus hati-hati termasuk naik sepeda sendiri ke kantor. Karena biasanya aku naik sepeda dengan kecepatan yang luar biasa menurutku untuk seorang pemula dan wanita hamil sepertiku, yach karna jarak rumah ke kantor yang tidak begitu dekat. Aktivitas dipagi haripun menjadi agak terbatasi, jika sebelum hamil anak ke3 aku bisa berlari-lari paling tidak berjalan agak cepat ketika mengerjakan pekerjaan rumah yang harus aku selesaikan sebelum berangkat kerja.
Tak lama aku menunggu tibalah suamiku dengan agak sedikit bermuram, yach kebiasaanku belum siap2 dulu ketika dijemput karena masih asyik dengan computer kerjaku. Mana aku belum beres2 lagi..hmm…maafkan aku …ternyata suamiku mau mampir kesuatu tempat untuk mengantarkan sesuatu dari kantornya.
Perjalanan pulang sebelum kami mampir ke tempat tujuan suamiku, kami mampir ke rumah salah satu temanku untuk mengantarkan sesuatu. Kemudian kami menuju ketempat itu. Kami memasuki halaman perusahaan itu, halamannya begitu luas dan asri. Sesampai di parkiran aku bertanya pada suamiku “Ibu ikut ndak bi?” tanyaku pada suamiku. “Ikut aja”. Ku ikuti langkah suamiku menuju suatu pintu masuk. “Ibu disini saja ya nunggunya?”rajukku. “ayo ikut aja kedalam” ajak suamiku.
Akupun mengikuti ajakan suamiku untuk ikut menunggu di dalam. Pintu ruangan dibuka sekilas tak ada tanda-tanda kehidupan. Suasananya sepi atau mungkin karena sudah sore jadi suasana jadi lengang. Semua ruangan dikelilingi kaca dan ber AC tentunya karena suhu ruangan serasa dipuncak saking dinginnya.
Suamiku menghampiri salah satu ruangan dan menyodorkan selembar kertas. Akhirnya sembari menunggu aku duduk-duduk disofa sambil mengamati isi ruangan yang sepi dan bersih. Sekilas tak ada penghuni. Aku berbisik pada suamiku “Bi kerja disini enak nggak ya?” tanyaku. “Sama saja, kerja dimana-mana itu sama saja tinggal kita yang menjalani”.
Benar juga batinku. Akhirnya ku melihat kebelakang sepanjang perjalanan hidupku yang sudah sering ganti-ganti tempat kerja hampir 5 tempat kerja yang sudah aku jelajahi yang terakhir dan terlama adalah tempat kerjaku sekarang ini. Kalo aku merasa jenuh ataupun bosan mungkin wajar. Semoga aku bisa melewati masa-masa ini. Sepanjang perjalanan pulang kembali aku merenung senang/ susah tinggal hati kita bagaimana menjalani kehidupan ini. Karena Orang berbakat tapi tidak tekun akan kalah dengan orang yang tidak mempunyai bakat sama sekali tetapi dia tekun dalam menjalani pekerjaannya.
Namun kadang ada perasaan dan keinginanku untuk menyempurnakan fitrahku sebagai seorang istri dan ibu dalam suatu kehidupan berumah tangga dan melupakan segala sesuatu yang membuat hati ini tidak ataupun kurang nyaman karena merasa belum sempurna, belum bisa menjadi seorang istri dan Ibu yang baik untuk keluargaku.
Semoga aku bisa menjalani kehidupanku sekarang ini. Sebagai seorang ibu pekerja dan sebagai seorang pemimpin rumah bagi rumah suamiku. Dan semoga aku bisa menjaga amanah-amanah yang diberikanNya kepadaku. Semoga kesejukan, kenyamanan dan ketentraman jiwa akan selalu menaungi hati ini ya Robbi. Amin ya robbal alamin…. J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar